This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 14 Desember 2009

Assami' Nasyid Management

Selasa, 30 Juni 2009

Surat Al Baqarah ayat 20

Hampir-hampir kilat itu menyambar pengelihatan mereka, setiap kali kilat itu menyinari, mereka berjalan dibawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti, dan bila Allah menghendaki niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu

Minggu, 24 Mei 2009

Studi Banding

Photos


Penyerahan Cendera Mata dari PP. Darussalam Al-Jawami Mosque

Jumat, 27 Maret 2009

Profil Pondok Pesantren Al-jawami

Nama : Pondok Pesantren Sindangsari Al-Jawami
Didirikan pada : Tanggal 03 Mei 1931
Pendiri : K.H. Muhammad Sudja’i
Pimpinan : K.H. Imang Abdul Hamid
Alamat : Komp. PonPes Sindangsari Al – Jawami Sindangsari RT.03 RW.21
Desa Cileunyi Wetan Kec. Cileunyi Kab. Bandung Jawa Barat 40622
Jumlah Santri : 150 orang (putra/putri)


I. SEJARAH SINGKAT PESANTREN SINDANGSARI AL-JAWAMI

Pesantren Sindangsari Al-Jawami didirikan pada tanggal 03 Mei 1931 oleh Asy-Syaikh K.H. Muhammad Sudja’i (Almarhum) dengan nama asalnya Pesantren “Sindangsari”. Inisiatif KH. Muhammad Sudjai ini mendapat dukungan dari ayah beliau yaitu KH. Muhammad Ghazali dan dukungan paman beliau yaitu H. Tamim serta saudara-saudara beliau, yaitu KH. Saeroji dan KH. Dimyati.
Pesantren “Sindangsari” merupakan pesantren tradisional yang cukup terkemuka di Jawa Barat, sehingga sampai saat ini sudah melahirkan ribuan alumni dari tahun 1931. Mereka pada umumnya menjadi ulama-ulama di berbagai pelosok di Jawa Barat, dan diantaranya tidak sedikit yang menjadi pejabat pemerintah dan menjadi pengusaha terkemuka.
Pada tahun 1960-an pembangunan ditingkatkan dengan dibentuknya Panitia Pembangunan Pesantren, antara lain Bapak H. Djunaedi (sebagai Ketua Pembangunan) dan HR. Totoh Abdul Fatah, salah seorang menantu menjadi Wakil Ketua, Bpk. H. Shaleh (Sekretaris) dan tokoh-tokoh lainnya seperti R.H. Yahya (Caringin), sebagai seksi usaha dana, yaitu pembangunan yang meliputi fisik madrasah yang besar dan masjid dalam pembangunan kedua yang hasilnya lebih baik dibanding dengan pembangunan pertama pada tahun 1931. Sesuai dengan kebutuhan dan untuk meningkatkan syi’ar al- Jawami, masjid pada pembangunan ketiga dengan ciri khas adanya menara yang tinggi menjulang, dengan gambar (sketsanya) dibuat oleh seorang arsitek muda, sekaligus sebagai pelaksana pembangunan, yaitu Endang Rachmat.
Pembangunan Masjid ketiga dan Madrasah besar dipimpin oleh KH.R. Totoh Abdul Fatah dibantu pula oleh saudara-saudaranya seperti Bpk. H. Djaenudin (Babakan Situ), Bpk. KH. Manshur, Bpk. KH. E. Rachmat, Bpk. KH. Atjep Rachmat, Bpk. KH. Aceng Dahlan dan Bpk. K. Ade Abdul Manaf.
Pada tahun 1977 bersamaan dengan diselenggarakannya lembaga pendidikan formal, nama Pesantren “Sindangsari” ditingkatkan dengan nama Pesantren Sindangsari Al-Jawami Cileunyi Bandung. Al-Jawami memiliki pengertian “lengkap dan universal”. Nama ini juga diambil dari nama sebuah kitab yang disenangi beliau, sesepuh pesantren, yaitu Kitab Ushul Fiqih “Jamul Jawami” Beliau senang dengan nama itu dan peletakan batu pertama Madrasah Aliyah langsung oleh beliau disaksikan oleh Bapak H.A.Kunaefi, Gubemur Jawa Barat dan H.R. Moch. Yogi S.M., Panglirna KODAM III Siliwangi.

Sejak saat itulah secara bertahap, lembaga pendidikan formal di Pesantren Sindangsari Al-Jawami mulai didirikan, yaitu Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA) yang dalam pembangunannya dipimpin oteh K.H.R. Totoh Abdul Fatah dan lembaga pendidikan tinggi lainnya.
Pada tahun 2001, pembangunan fisik kepesantrenan diserahkan oleh KH.R. Totoh Abdul Fatah kepada K.H. Imang Abdul Hamid. Sedangkan para sesepuh yaitu K.H. Manshur, K.H. Endang Rachmat, KH.R. Totoh Abdul Fatah dan putera-puteri pendiri lainnya sebagai penasihat dalam pembangunan pesantren sekaligus juga sebagai penasihat organisasi IKBAL (Ikatan Keluarga Besar AI-Ghazali).
Secara historis, pesantren Al-Jawami berkaitan erat dengan awal pembentukan Majelis Ulama di Jawa Barat pada tahun 1958, yakni berawal dari pertemuan yang dilakukan di Masjid Al-Jawami yang diikuti oleh ulama besar Jabar dengan pihak Kodam III Siliwangi semasa Kolonel R.A. Kosasih sebagai Panglima dan Letkol H. Mashud sebagai Kepala Staff. Sedangkan dari pihak ulama diwakili oleh Mama K.H. Muhammad Sudjai’ (Ketua MUI Pertama Jawa Barat), H.R. Totoh Abdul Fatah (Sekretans MUI Pertama dan pada gilirannya yang bersangkutan menjadi Ketua Umum MUI Jabar mulai tahun 1985 sampai tahun 2000, kemudian sejak tahun 2000 yang bersangkutan diangkat sebagai salah seorang unsur Ketua MUI Pusat). Selanjutnya kepengurusan MUI Jabar masa kepemimpinan Mama KH. Muhammad Sudjai’ didampingi oleh ulama-ulama Jabar, yaitu: Mama K.H. Badruzzaman (Pst. Biru Garut), Mama K.H. Burhan (Pst. Cijawura), Mama KH. Habib Utsman (Pst. As-Salam Bandung), Mama K.H. Sulaeman (Pst. Batujajar), Mama K.H.Abdul Malik (Sesepuh Pendidikan Agama Jabar). Dukungan dari pihak Pemerintah Sipil (Depag) diwakill oleh Bpk Arhata dan Bpk H.R. Sutalaksana.
Dukungan terhadap keberadaan MUI Jabar ini disambut baik oleh para ulama besar, dibuktikan dengan kunjungannya ke Al-Jawami antara lain Buya Ace dan Buya Yusuf (Banten), K.H.R. Syatibi (Sumedang), K.H. Mahmud (Sumedang), Mama K.H. Muhyidin (Pagelaran), K.H. Tatang Abdul Kudus (Subang), K.H. Mustamid Abas (Buntet Cirebon), Sesepuh Pst. Cipasung, K.H. Ishak Faried (Cintawana), K.H. Yusuf Tojiri (Garut), K.H. Asmuni (Tangerang), K.H. Udung Abdurahman (Cikoneng), pendiri Pst. Darussalam (Ciamis), K.H. Romli (Garut), K.H. Ali Utsman (Mewakili Unisba Bandung), Sesepuh Pst. Ciwaringin Cirebon, Pendiri Pst. Ujung Harapan K.H. Noer Ali (Bekasi), Kyai R. Ayub dan K.H.A. Syadili Rancaekek, Mama K.H. Uyeh Balukiya Syakir (Soreang) dan Mama Cangkorah Batujajar Bandung.
Pesantren Sindangsari Al-Jawami mendapatkan kunjungan para Pejabat Pemerintahan antara lain, Menag Mukti Ali, Menag H. Alamsyah Ratuprawiranegara, Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Barat, HR. Nuriana (Peresmian Santri Raksa Desa), Menag H. Munawir Sadzali, MA, Menhut Dr. Ir. Muslimin Nasution, Menteri Negara Pakistan, Pengusaha Probosutedjo, Wapres Soedharmono, SH. dan Menteri Negara Riset dan Teknologi Dr. Muhamad AS. Hikam.


II. KEGIATAN INTRA PESANTREN SINDANGSARI AL-JAWAMI

Kegiatan-kegiatan intra Pesantren yang dilaksanakan di Pesantren Sindangsari Al-Jawami antara lain :
a. Pembinaan ibadah dan mu’amalah kepesantrenan;
b. Pembinaan ubudiyah mahdhah;
c. Pengajian kutubul ‘arabiyah;
d. Pendidikan khusus bidang hukum Jam’ul Jawami’, ushul fiqih, ilmu manthiq dan balaghah setiap hari Kamis bagi para ulama sekitar Al-Jawami;
e. Pengajian ibu-ibu yang diikuti oleh ribuan anggota pengajian dari berbagai daerah setiap hari Kamis;
f. Pendidikan seni baca tulis al-Qur’an
g. Pembinaan metodologi dakwah.

III. KEGIATAN EKSTRA PESANTREN SINDANGSARI AL-JAWAMI

Kegiatan ekstra yang dilaksanakan di Al-Jawami antara lain :
a. Pembinaan organisasi kepesantrenan yang dilaksanakan melalui wadah Dewan Santri (Desan);
b. Membina masyarakat sekitar pesantren yang dilaksanakan melalui CDSA (Corp Dakwah Santri Al-Jawami);
c. Pengabdian masyarakat jangka panjang antara lain: Karya Nyata Santri (KNS) di desa-desa terpencil (rawan), memberikan santunan kepada anak-anak yatim, jompok dari fakir miskin;
d. Menyelenggarakan bimbingan dan pembinaan kaderisasi pesantren yang diselenggarakan setiap tahun lewat wadah Pesantren Kilat, Training Dakwah, Diklat Pertanian, Kesehatan, Industri dan Koperasi;
e. Menghimpun dan menyalurkan dana zakat dari muzakki kepada mustahiq yang dilaksanakan oleh Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al-Jawami.
f. Pembinaan kesenian islami: Nasyid, Qasidah, Marawis dan lain sebagainya.
g. Pembinaan teknologi computer, baik hadware maupun software.


IV. LEMBAGA-LEMBAGA PENDIDIKAN FORMAL

Operasional Lembaga Pendidikan Formal yang dikelola oleh Pesantren Sindangsari Al-Jawami adalah :
a. Taman Kanak-kanak (TK) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Al-Jawami;
b. Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Al-Jawami;
c. Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Jawami Status Disamakan;
d. Madrasah Aliyah (MA) Al-Jawami Status Disamakan;

Adapun kegiatan Ekstrakurikuler yang dilaksanakan adalah sebagai berikut :
a. Gerakan Pramuka;
b. Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra);
c. Olah raga : Sepak bola, Volly ball, basket ball, tennis meja, bulu tangkis dan lain-lain;
d. Kesenian: kasidah, vocal group, karawitan (degung), nasyid dan lain-lain.
e. Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Jawami berdasarkan SK Dirjen Binbaga Depag RI.:
Fakultas dan Jurusan yang dibuka di Pesantren Sindangsari Al-Jawami :
1) Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam untuk Program Studi DII dan S-I;
2) Fakultas Syari’ah Jurusan Mu’amalah untuk Program S-I.

Mama Sudja'i

Sebagai upaya dan antisipasi terhadap keadaan masyarakat dengan memandang bahwa alim ulama adalah sebagai tenaga pendidik yang besar pengaruhnya dikalangan masyarakat perlu diorganisir secara baik. Dan juga karma mengindahkan hash usaha dari Residen 11 Galuh, ResiW en 10 Priangan Barat dan Resimen 8 Bandung tentang penanganan Keamanan dan Kerjasama Alim Ulama dan Umaro. Maka diperlukan keseragaman bentuk Majelis Ulama itu sebagai suatu gerakan.

Majelis Ulama ini dibentuk berdasarkan Instruksi Penguasa Perang Daerah Swatantra I Jawa Barat Nomor Instruksi 32/8/P P .D./1958, tertanggal 11 Agustus 1958, sebagai kelanjutan pembentukannya pada 12 Juli 1958. Lembaga yang berasaskan Islam ini bertujuan untuk "melaksanakan kerja sama dengan alat Negara Republik Indonesia dalam bidang tugasnya yang sesuai dengan ajaran Islam". Tujuan tersebut kemudian diperinci lagi yang meliputi:

a. Menyampaikan usul-usul/sasan-saran/pendapat-pendapat dan nasihat-nasihat kepada yang berwajib melalui Seksi Pendidikan dan Rohani setempat, baik diminta/tidak diminta guna dijadikan bahan pertimbangan dan penentuan kebijaksanaan/ tindakan yang berwajib.

b. Memusyawarahkan hal-hal kemaslahatan, kesejahteraan guna kemajuan pendidikan Islam.

c. Memberikan petunjuk-petunjuk pelaksanaan tugas Majelis

Ulama di bawahnya.

Kemudian struktur organisasi Majelis Ulama diatur berdasarkan Penetapan Penguasa Perang Daerah Swatantra I Jawa Barat No. 53/8/P.P.D./1958 tanggal 22 Agustus 1958 yang ditandatangani Kol. R.A. Kosasih, dengan personalia sebagai berikut:

Pelindung : Dewan Penguasa Perang Daerah Swatantra Tingkat I Jawa Barat berserta Penasihat Tetapnya

Ketua Kehormatan : Letkol R.O.A. S. Sumantri

Wakil Ketua Kehormatan I : KH Sulaeman

Wakil Ketua Kehormatan II : KH Badruzzaman

Wakil Ketua Kehormatan III : Arhata

Ketua Umum : KH M. Sudja'i

Ketua I : KH Sajid Ustman

Ketua II : H.R. Sutalaksana

Ketua III : Kapt. H.M. Soefri Djamhari

Penulis Umum : Lettu A. Zainuddin

Penulis I : Ust. Abdul Fatah

Penulis II : Ahmad Sjazuli

Penulis III : Marwan

Bendahara I : KH Abdul Malik

Bendahara II : KH M. Burhan

Meski MU dibentuk berdasarkan penetapan Penguasa Perang Daerah (Paperda) Swatantra Tingkat I Jawa Barat dimaksud, namun itu dapat dipandang merupakan sisi formal-legalistik saja, karena mendahului pembentukannya itu, para ulama sendiri selalu mengadakan berbagai pertemuan. Salah sate tempat yang kerap dijadikan tempat pertemuan adalah Pondok Pesantren Sindangsari (sekarang al-Jawami) di Cileunyi Bandung pimpinan KH R. Sudja'i. Pertemuan-pertemuan tersebut membahas berbagai kondisi pergolakan daerah dan perkembangan negara seat itu, karma merasa khawatir dengan kenyataan bahwa akar-akar keagamaan tidak ditopang aturan perundang-undangan dan didukung oleh kebijakan politik pemerintah. Para ulama pun ingin merumuskan langkah-langkah yang didasari semangat perjuangan dan pengabdian untuk mempertahankan kelangsungan dakwah dan amar ma'ruf nahyi munkar sekaligus menjaga keamanan demi keutuhan NKRI lewat jalur ishlah bainan naas (perdamaian antara sesama manusia).

Menurut salah seorang saksi mata dalam pertemuanpertemuan ulama itu, KH R Totoh Abdul Fatah yang ditunjuk sebagai penulis, sejumlah ulama besar Jawa Barat hadir. Dalam pertemuan tersebut, selain KH R. Sudja'i sebagai tuan rumah juga hadir KH Badruzzaman dari Pesantren Biru Garut, KH M. Burhan dari Pesantren Cijawura Bandung, KH Habib Ustman (Pesantren Asslaam Bandung), KH Suleman dari Pesantren Batujajar Bandung dan KH Abdul Malik, sesepuh Djawatan Pendidikan Agama Jawa Barat. Dari kalangan pemerintahan, yang hadir adalah Arhata yang seat itu menjabat Kepala Kantor Urusan Agama Jawa Barat dan HR Sutalaksana, yang menjabat Kepala Penerangan Agama Jawa Barat, tokoh-tokoh ini pulalah yang kemudian termasuk dalam jajaran pengurus Majelis Ulama yang bare dibentuk itu.

 
×
Judul